Semangkuk bubur candil hangat selalu terasa menenangkan. Bulatan candil yang kenyal berpadu dengan kuah gula merah yang manis dan santan yang gurih. Hidangan tradisional ini cocok untuk takjil, camilan sore, atau jualan di musim hujan.
Namun, banyak orang gagal di dua titik: candil yang lembek dan kuah yang terlalu encer. Kabar baiknya, kedua masalah ini punya solusi yang sama, yaitu penggunaan tapioka yang tepat. Mari kita bahas resepnya.
Bubur candil adalah hidangan manis dari bulatan adonan tepung yang direbus dalam kuah gula merah dan disajikan dengan santan. Di beberapa daerah di Jawa, hidangan ini juga dikenal dengan nama jenang candil. Bahannya sederhana, tetapi tekstur dan kekentalan kuahnya menentukan kenikmatannya.
Tapioka berperan di dua tempat.
Bulatan candil:
Kuah gula merah:
Kuah santan:
Campurkan tepung ketan, tapioka, dan garam dalam wadah. Jika Anda memakai ubi, masukkan sekarang. Kemudian, tuang air hangat sedikit demi sedikit sambil menguleni sampai adonan kalis, lembut, dan tidak menempel di tangan.
Ambil adonan seukuran kelereng, lalu bulatkan dengan telapak tangan. Letakkan di piring yang sudah ditaburi sedikit tapioka agar tidak saling menempel.
Didihkan air dalam panci, lalu masukkan candil secara bertahap. Rebus sampai candil mengapung, biasanya sekitar 5 menit. Angkat dan rendam sebentar dalam air dingin agar teksturnya kenyal, lalu tiriskan.
Rebus air, gula merah, daun pandan, dan garam sampai gula larut. Saring kuah untuk membuang kotoran dari gula merah. Setelah itu, masukkan candil dan masak sebentar dengan api kecil.
Masak santan, daun pandan, dan garam dengan api kecil sambil terus diaduk. Jangan sampai mendidih kuat, karena santan bisa pecah. Kemudian, tuang larutan tapioka sedikit demi sedikit sambil mengaduk sampai santan agak kental. Angkat setelah muncul gelembung kecil di tepi panci.
Tuang bubur candil dalam kuah gula merah ke mangkuk, lalu siram dengan santan kental. Nikmati selagi hangat.
Bubur candil paling nikmat saat baru dimasak. Jika Anda perlu menyimpannya, pisahkan candil, kuah gula merah, dan santan. Simpan di kulkas dalam wadah tertutup, lalu panaskan perlahan sebelum disajikan. Candil sebaiknya Anda habiskan dalam satu atau dua hari.
Bubur candil mudah dijual dalam porsi cup atau kemasan. Bahannya terjangkau, dan permintaannya melonjak pada musim hujan dan bulan puasa. Jika Anda ingin berjualan, uji dulu beberapa merek tapioka agar kekenyalan candil dan kekentalan kuah konsisten di setiap batch.
Green Cassava Indonesia (GCI) mendistribusikan tepung tapioka Pringsewu dari Bukit Kencana Mas. Hubungi tim GCI untuk meminta sampel dan berdiskusi tentang kebutuhan usaha Anda.
Bubur candil yang berhasil bertumpu pada dua hal: candil yang kenyal dan kuah yang kental. Keduanya bisa Anda capai dengan kombinasi tepung ketan dan tapioka, serta larutan tapioka yang dituang perlahan. Coba resep ini, dan sesuaikan manisnya dengan selera keluarga Anda.

PT GCI memproduksi tepung pati berkualitas tinggi menggunakan teknologi inovatif dan efisien. Dimulai dari kapasitas kecil, GCI telah berkembang pesat berkat fokus pada penelitian dan pengembangan serta dedikasi tim profesional kami. Tujuan utama kami adalah memberikan kualitas produk yang konsisten dengan setiap pengiriman untuk memenuhi standar tertinggi pelanggan kami.

Produk tepung tapioka dari Green Cassava Indonesia dikenal karena:
Kontrol kualitas ketat, mulai dari bahan baku hingga pengemasan.
Sertifikasi BPOM dan Halal, menjamin keamanan untuk produk pangan.
Jaringan distribusi luas, menjangkau klien industri di seluruh Indonesia.
Dengan pengalaman puluhan tahun dan komitmen pada kualitas, perusahaan ini membantu banyak pelaku usaha, dari UMKM kuliner lokal hingga industri besar yang membutuhkan tepung tapioka dalam skala besar.
Area jangakauan kami:
Konsultasikan kebutuhan usaha Anda bersama tim Green Cassava Indonesia dan temukan solusi bahan baku yang paling sesuai. Hubungi Pabrik tepung tapioka PT. Green Cassava Indonesia sekarang untuk mendapatkan penawaran harga terbaik dan pasokan stabil langsung dari pabrik.
